Reporter: Prakusya Babur, Sundari Martifa Rahwangsa, Naifa Salsabila, Silvia Fildzah, Dije Tirta Wiananda, Salsabil Fadhila
Photographer: Sundari Martifa Rahwangsa
MAN 2 Kapuas Hulu – Madrasah Aliyah Negeri 2 Kapuas Hulu merupakan salah satu sekolah negeri yang berada di Kecamatan Jongkong, Kabupaten Kapuas Hulu. Sedikit berbeda dengan kebanyakan kecamatan lainnya, Jongkong memiliki topografi yang sedikit unik. Dimana, mayoritas wilayahnya berdataran rendah sehingga dalam setahun terjadi dua kali air pasang yang menyebabkan hampir seluruh wilayah akan tergenang air. Dalam setahun diperkirakan dapat terjadi 2 kali air pasang
Hal ini tentunya berdampak bagi masyarakat setempat terutama para siswa siswi MAN 2 Kapuas Hulu. Ketika air mulai pasang maka beberapa akses jalan darat akan terhambat sehingga menyulitkan bagi siswa untuk pergi ke sekolah. Namun di lain sisi, ada beberapa siswa yang justru merasa dimudahkan ketika kondisi air pasang, terutama bagi siswa yang tinggal di daerah dimana akses sungai adalah akses utama untuk transportasi.
Putra Gunawan merupakan salah satu siswa MAN 2 Kapuas Hulu yang bertempat tinggal di Ujung Jambu. Setiap hari, dia bersama beberapa teman lainnya harus menggunakan tempel (perahu) untuk pergi ke sekolah. “Biasanya kalau air pasang memerlukan waktu sekitar 15 menit sedangkan ketika air surut memerlukan waktu yang lebih lama”. Dengan kata lain, ketika air pasang akan menguntungkan bagi siswa-siswi yang tinggal di daerah dengan akses sungai sebagai akses transportasi utama.
Namun demikian, bagi siswa yang bertempat tinggal di lintasan darat justru merasa dirugikan ketika air pasang. Hal ini dikarenakan beberapa titik dibagian jalan menuju ke sekolah ada yang rentan tergenang air sehingga menghambat siswa menuju ke sekolah. Jika tergenang air cukup dalam maka siswa tidak dapat hadir ke sekolah. Sebaliknya, jika air surut siswa tersebut merasa diuntungkan karena jalan tidak tergenang air.
Alya merupakan siswi MAN 2 Kapuas Hulu yang tinggal di daerah Kelampai dimana akses yang tersedia hanya akses darat. “Jika air mulai naik tentu saja sulit karena akses jalan tertutup”.

Air pasang yang terjadi di Kecamatan Jongkong sudah menjadi agenda tahunan. Sehingga ada kalanya siswa dan siswi akan terhambat untuk pergi sekolah. Namun demikian, harapan dari siswa siswi tersebut adalah agar guru tetap dapat memberikan materi walaupun dengan cara daring ketika siswa terhalang ke sekolah dikarenakan kondisi air pasang ataupun surut.
Tinggalkan Komentar